Teman Sering Pinjam Uang? Berikut Tip Menolak dengan Bijak

AFPI

Bagikan:

Berutang merupakan hal sensitif yang dihindari banyak orang. Namun, tak jarang meminjam sejumlah dana menjadi solusi untuk permasalahan finansial yang mendesak. Tetapi, menghindari perkara piutang bisa jadi tak mudah dilakukan. Apalagi ketika teman atau orang terdekat justru ingin pinjam uang pada Anda.

Kondisi ini sebenarnya dapat teratasi jika saat itu Anda memiliki dana lebih dan kebutuhan Anda tercukupi. Teman Anda pun dapat dipercaya untuk melunasi pinjamannya. Namun, akan sulit jika keadaan Anda sebaliknya, terlebih teman yang meminjam uang tersebut dikenal sudah sering kali melakukan pinjaman ke sana kemari.

Mungkin Anda setidaknya pernah mengalami dilema ini, antara keinginan untuk membantu teman dan meminjamkan senilai uang. Pun tidak ada yang tahu keadaan di masa depan, mungkin nantinya Anda yang berada di posisi tersebut. Tetapi di sisi lain, Anda sudah memiliki rencana keuangan atau bahkan kondisi keuangan Anda pun masih sulit.

Tak jarang, perkara utang piutang antarteman seperti ini bisa menimbulkan kerusakan hubungan baik. Risiko ini yang sering kali ingin dihindari ketika teman pinjam uang. Tapi, sayangnya, kadang kedekatan hubungan jadi membuat kita sungkan untuk menagih utang tersebut. Sebenarnya, apakah salah merasa enggan untuk meminjamkan uang kepada teman yang membutuhkan?

Anda merasa bersalah setelah menolak dipinjami uang, seperti tega melihat kondisi teman yang butuh. Tetapi Anda tak ingin hubungan pertemanan dengannya retak. Nyatanya, rasa enggan tersebut wajar dengan alasan yang logis. Misalnya Anda takut muncul masalah di kemudian hari, utang teman sebelumnya belum lunas, atau memang Anda tidak memiliki uang. Jadi, enggan dan menolak teman yang pinjam uang bukanlah kesalahan.

Lalu bagaimana tip bijak untuk menolak teman yang pinjam uang? Ini dia beberapa yang bisa Anda lakukan.

Menolak Teman yang Mau Pinjam Uang dengan Bijak

Meminta Waktu Pertimbangan

Sebelum menolak secara langsung, Anda dapat meminta waktu untuk mempertimbangkan.

Pergunakan waktu dengan mencari tahu track record teman Anda terkait pinjaman uang. Hal ini untuk menghindari track record yang buruk, seperti beberapa kali meminjam uang kepada teman Anda yang lain.

Dengan waktu ini juga Anda dapat berpikir apakah bisa mengambil dana dari keuangan pribadi. Waktu pertimbangan ini dapat mengurangi tekanan dalam mengambil keputusan di waktu yang singkat.

Tanyakan Tujuan Pinjam Uang

Saat pertama kali dihubungi teman untuk pinjam uang, hal pertama yang penting untuk dilakukan adalah bertanya tujuan pinjaman.

Untuk hal apa uang tersebut digunakan? Jawabannya akan menjadi pertimbangan awal Anda juga sebagai upaya untuk memahami posisi dan motif teman Anda meminjam uang. Pastikan pinjaman tersebut digunakan bukan untuk kebutuhan konsumtif yang tidak mendesak.

Berikan Alasan yang Tegas dan Logis

Apabila Anda sudah berumah tangga, Anda dapat menggunakan pasangan sebagai alasan. Suami atau istri Anda yang mengatur seluruh keuangan. Sulit untuk mengambil dana untuk dipinjamkan karena sudah ada rencana keuangan keluarga.

Alasan ini bisa jadi solusi jika teman Anda tidak akrab dengan pasangan Anda, sehingga teman Anda tidak dapat berkomunikasi ke pasangan Anda.

Utarakan alasan yang sesungguhnya dengan baik dan tegas. Namun, Anda juga berhak untuk tidak menjelaskan alasan. Uang merupakan hak dan privasi setiap orang. Termasuk dengan tidak menjelaskan kondisi keuangan Anda saat itu. Cukup dengan, "Mohon maaf ya, saat ini saya tidak bisa meminjamkan uang karena alasan pribadi.”

Hindari Janji Meminjamkan Uang

Saat tidak dapat meminjamkan dana, jangan berikan harapan dan janji kosong seperti, "Nanti ya setelah gajian”, atau “Nanti, kalau ada sisa belanja.”

Janji seperti ini dapat memunculkan harapan bagi teman Anda. Lebih baik berikan alasan sesungguhnya karena sebuah janji bisa menjadi bumerang di kemudian hari. Terlebih jika Anda tidak yakin dapat menepati janji tersebut.

Berikan Solusi Lainnya

Anda merasa bersalah karena tidak dapat membantu teman Anda? Boleh saja beri ia alternatif solusi.

Misalnya, dengan merekomendasikan untuk pinjam dana dari fintech pendanaan legal. Apalagi jika fintech mampu menjawab permasalahannya dengan tepat. Misalnya saja, untuk modal usaha, atau kebutuhan lain yang memang kurang bank-able. Berbagai fitur keunggulan layanan jasa keuangan digital membuat peminjaman dana menjadi lebih mudah dan accessible untuk semua orang.

Pastikan bahwa teman Anda hanya akan meminjam dari fintech pendanaan yang sudah terdaftar dan berizin OJK, dan bukan pinjol ilegal. Pastikan pula teman Anda sudah tahu cara kerja fintech pendanaan, dan punya skema pengembalian dana yang bijak. Jelaskan risiko peminjaman dana melalui fintech pendanaan, agar teman Anda tersebut terhindar dari peluang gagal bayar.

Tolak dengan Tegas

Anda tak ingin ada persoalan piutang dalam hubungan pertemanan? Jika ya, maka Anda perlu belajar lebih tegas untuk menolak.

Beri tahu jika Anda tidak meminjamkan uang kepada siapa pun. Karena itu, ia tidak akan merasa bahwa ditolak, karena memang aturan Anda berlaku untuk siapa pun yang ingin pinjam uang.

Jika Sudah Terlanjur Meminjamkan Uang

Namun, jika Anda terlanjur meminjamkan uang ke teman, apa yang dapat dilakukan?

Keputusan ada di tangan Anda. Jika Anda memang memiliki tabungan dan tidak keberatan untuk dipinjami uang, Anda dapat menganggapnya sebagai tabungan lain. Batasi jumlah uang yang dipinjamkan. Anda dapat membuat satu tabungan atau rekening khusus pinjaman.

Kesimpulannya, jauhi perasaan tidak enak ketika ada teman yang pinjam uang. Bersikaplah tegas jika ingin membantunya dengan membuat perjanjian atau kontrak pelunasan. Jujur terhadap alasan dan keadaan keuangan Anda saat ini.