Begini Cara Meminjam Dana di Pinjaman Online Terpercaya dengan Bijak

AFPI

Bagikan:

Fintech pendanaan bersama hadir sebenarnya untuk melayani kebutuhan masyarakat atas dana cair secara lebih cepat. Kesinergiannya dengan lembaga keuangan konvensional seperti bank seharusnya memang bisa menjawab masalah yang ada. Namun, tak banyak anggota masyarakat yang paham, bagaimana memilih pinjaman online terpercaya yang berbisnis sesuai aturan.

Inilah yang sekarang menjadi keresahan kita.

Meminjam sejumlah dana melalui fintech pendanaan memang dirasakan sangat membantu, lantaran prosesnya yang mudah dan cepat dibandingkan jika kita meminjam dana dari lembaga konvensional. Hanya dengan gadget dan jaringan internet, setelah melalui proses verifikasi, setiap orang bisa dengan mudah meminjam melalui aplikasi jasa tersebut.

Sayangnya, kebutuhan masyarakat ini dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Muncullah berbagai modus penipuan, termasuk di antaranya maraknya pinjaman online ilegal. 

Di sinilah kemudian timbul darurat edukasi keuangan, terutama soal mengedukasi diri memilah dan memilih jasa pinjaman online terpercaya dari fintech pendanaan legal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam situs resminya membagikan beberapa tip penting yang perlu untuk diperhatikan jika kita hendak meminjam uang melalui pinjaman online di fintech pendanaan, dengan memperhatikan beragam risiko ke depannya.

Pinjam di Platform yang Terdaftar dan Berizin di OJK

Ada ratusan fintech pendanaan yang berdiri, dan kesemuanya menawarkan jasa peminjaman dana dengan cepat dan mudah. Setiap jasa layanan fintech ini berlomba menawarkan pinjaman dana dengan menonjolkan berbagai keuntungan, seperti bunga yang rendah, hingga persyaratan yang mudah. Banyak orang tergiur dengan mudah melihat tawaran menarik tersebut. 

Namun, sebelum menggunakan jasanya, Anda wajib memeriksa lembaga fintech pendanaan tersebut sudah terdaftar atau belum di OJK. Jika Anda hanya ingin mengajukan pinjaman online terpercaya, maka hal ini dapat diketahui dengan menelusuri daftar fintech pendanaan yang ada pada OJK. 

Mereka yang terdaftar dan berizin itu telah melakukan verifikasi dan berada di bawah pengawasan OJK. Cek legalitas jasa pinjaman melalui telepon Kontak OJK 157 atau di website OJK.

Sesuaikan Pinjaman dengan Kebutuhan dan Kemampuan

Memang, mudahnya proses pengajuan pinjaman kadang membuat kita jadi kalap, hingga menganggapnya sebagai uang yang jatuh dari langit.

Padahal, perlu dipahami, bahwa dana tersebut adalah pinjaman. Layaknya barang pinjaman yang lain, maka harus dikembalikan pada waktunya.

Untuk itu, sebelum mulai meminjam, cobalah untuk mempertimbangkannya dengan bijak; mengenai tujuan peminjaman, berapa dana yang dibutuhkan, dan kesanggupan dalam melunasinya. 

Sebaiknya, hindarilah meminjam dana yang jumlah cicilannya nanti akan lebih dari 30% dari penghasilan saat ini. Kurangi utang yang dilandasi keinginan konsumtif, karena hanya akan memberatkan di masa mendatang. Ingat juga biaya dan cicilan lain yang harus Anda penuhi setiap bulannya. 

Melunasi Cicilan Tepat waktu

Setelah mendapatkan pinjaman, pastinya Anda juga harus bertanggung jawab dengan cicilan untuk melunasi pinjaman tersebut. 

Bayarlah cicilan tepat waktu, agar denda tidak membengkak, karena denda hanya kan menambah beban semakin berat. Untuk membantu mengingat, pastikan Anda memasang alarm pengingat setiap tanggal cicilan.

Hindari Gali Lubang Tutup Lubang

Nah, inilah yang sempat ramai dan viral di media sosial, ketika ada satu kasus pinjaman online yang akhirnya membengkak sampai ke puluhan platform. Hal ini bisa terjadi lantaran si peminjam dana gali lubang tutup lubang, tanpa sadar lubang yang digalinya semakin besar.

Hindari melakukan pinjaman baru untuk membayar pinjaman lama. Hal ini hanya akan membuat Anda terlilit utang yang tidak berkesudahan. 

Karenanya, adalah penting bagi Anda untuk membuat skema pengembalian pinjaman, bahkan sebelum Anda mulai berutang. Dengan demikian, Anda bisa memastikan cicilan terbayarkan dengan baik setiap periodenya tanpa harus menggali lubang yang lain.

Pastikan hanya pinjaman online terpercaya dari fintech pendanaan legal saja yang Anda libatkan dalam urusan finansial Anda, dan bukan pinjaman online ilegal. Pastikan pelunasan cicilan sebagai prioritas setelah Anda menerima penghasilan.

Periksa Bunga dan Denda Pinjaman sebelum Meminjam

Mengetahui bunga dan denda yang diajukan jasa fintech pendanaan merupakan hal penting lain yang harus dipertimbangkan. 

Setelah memastikan perusahaan jasa layanan keuangan tersebut legal dan terpercaya, Anda juga harus memastikan jumlah bunga dan denda yang ditawarkan. Lakukan sejumlah survei ke beberapa pinjaman online terpercaya lainnya untuk membandingkan sebelum melakukan pinjaman dana.

Pahami Kontrak Perjanjian

Setelah kamu memutuskan perusahaan mana yang Anda percaya untuk mendapatkan peminjaman dana secara online, pelajari kontrak perjanjian dengan saksama. 

Baca dengan teliti dan ajukan pertanyaan jika ada yang membingungkan. Mempelajari kontrak penting untuk dilakukan agar Anda paham hak dan kewajiban Anda sebagai peminjam dana. Selain itu, Anda dapat menghindari sanksi atau pelanggaran yang tercantum. 

Beberapa tip di atas perlu dijadikan pertimbangan yang baik agar Anda dapat memutuskan dan memilih pinjaman online terpercaya. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari jerat pinjol ilegal. Yang terpenting, kebutuhan Anda terpenuhi dan tidak menjadi beban di masa yang akan datang. 

Jadilah calon nasabah yang bijak sebelum meminjam.