Begini Cara Menghindari Denda Pinjaman Dana yang Membuat Tagihan Membengkak

AFPI

Share:

Belakangan, kebutuhan mendesak semakin sukar diprediksi kemunculannya. Membuat Anda kelimpungan mencari dana darurat untuk menutupi kebutuhan tersebut. Apabila dana darurat tidak ada dalam rencana keuangan, pinjaman dana biasanya jadi solusi cepat untuk kondisi ini.

Kehadiran pinjaman online, dianggap bala bantuan saat Anda kelimpungan mencari dana. Ibarat angin segar, pinjol jadi kunci keluar dari desakan kebutuhan yang kian tak terbendung hari ini. Dengan berbagai tawaran kecepatan dan kemudahan proses pengajuan pinjaman dana, siapa sih yang tidak tergiur?

Pinjaman online pun akhirnya tak hanya digunakan oleh mereka yang memang butuh dana darurat. Kemunculannya menimbulkan perilaku konsumtif yang semakin tak terkendali. Pemakaian jasa pinjaman online terlalu berlebihan yang mengakibatkan pada tumpukan utang.

Kabar baik jika Anda dapat melunasi setiap tagihan. Berbeda jika kondisinya jika pembayaran jatuh tempo tidak dilunasi tepat waktu. Apa yang akan terjadi? Anda akan dikenakan denda dan bunga yang akan membengkak.

Tak jarang terjadi sanksi yang akhirnya dilakukan perusahaan pinjol untuk membuat nasabahnya segera melunasi. Apa saja sanksi terlambat atau bahkan tidak membayar pinjaman?

Akibat Menunda Pembayaran Pinjaman Dana

Dilaporkan ke Pihak OJK

Pelunasan tagihan yang terlambat menyebabkan nasabah terpaksa akan dilaporkan ke lembaga OJK melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan, atau SLIK OJK.

Tak hanya itu, ini mungkin akan membuat Anda di blacklist dari lembaga fintech mana pun, sehingga akan sulit bagi Anda untuk kembali meminjam dana ke depannya.

Jumlah Pinjaman Dana Membengkak

Jika Anda mengajukan pinjaman dana ke fintech pendanaan, maka akan dikenakan bunga dengan batasan 0,8% saja. Jika terlambat dalam pengembalian, maka akan ada denda maksimal 100% dari pinjaman pokoknya.

Aturan ini berlaku untuk perusahaan fintech pendanaan legal yang diawasi oleh OJK. Tentunya, aturan ini tidak akan berlaku bagi pinjol ilegal. Maksimal bunga 0.8% per hari dan denda maksimal 100% dari pinjaman pokok bisa jadi tidak berlaku, dan bisa saja lebih tinggi.

Karena itu, pastikan Anda tidak menggunakan jasa pinjol ilegal. Selain bunga, keterlambatan pelunasan akan dikenakan denda. Semakin pelunasan ditunda, jumlah denda dan bunga akan terus diakumulasikan. Hal ini yang menyebabkan jumlah pinjaman kian bengkak jika tak segera dilunasi.

Ancaman dan Intimidasi Penagih

Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia mengatur prosedur untuk penagihan yang terstruktur. Prosedur tersebut berlaku untuk mengawasi dan menyelesaikan masalah yang timbul akibat peminjam yang mangkir dari jadwal pelunasan cicilan.

Prosedurnya tetap dan jelas. Keterlambatan pertama, nasabah akan diingatkan melalui telepon atau pesan singkat. Namun, jika terus mangkir dari panggilan tersebut, pihak platform akan mengirim tim agen penagihan yang juga sudah bersertifikat dan resmi untuk menagih. Ada tata cara aturan penagihan yang harus ditaati oleh agen penagihan resmi. Salah satunya adalah tidak mengintimidasi dan tidak boleh menggunakan kekerasan.

Terganggunya Aktivitas Harian

Sanksi terakhir ini terjadi jika nasabah terus menghindar dan tidak melunasi tagihan dalam jangka waktu yang panjang. Penagihan yang dilakukan secara terus menerus akan sangat mengganggu aktivitas harian nasabah.

Lalu bagaimana cara agar terhindar dari denda pinjaman dan berbagai akibat seperti yang dijabarkan di atas? Nah, 5 tip ini dapat Anda lakukan agar pinjaman dana tidak membengkak dan terhindar dari denda.

Tip Terhindar dari Denda Pinjaman Dana

Batasi Limit Pinjaman Dana

Pastikan untuk meminjam dana sesuai dengan kebutuhan, tidak lebih.

Jika ingin meminjam dana lebih untuk berjaga-jaga, pertimbangkan dengan penghasilan yang didapat per bulan. Pinjaman sebaiknya tidak lebih dari 30% pendapatan bersih Anda. Selain itu, jangan meminjam hanya untuk keperluan konsumtif yang hanya akan membebani tagihan di masa mendatang.

Pahami Kontrak Perjanjian Pinjaman Dana

Inilah pentingnya menjadi bijak sebagai nasabah. Anda harus mampu memahami seluk beluk perjanjian dalam kontrak.

Perhatikan setiap detail yang ada di kontrak tersebut, jangan sampai Anda hanya tergiur dengan tawaran awal tanpa tahu hak dan kewajiban. Kenapa pemahaman akan kontrak penting? Ini akan membantu Anda untuk mempersiapkan segala kondisi yang akan terjadi, membuat skema pengembalian dana dengan lebih baik, dan dapat mengelola risiko yang bisa muncul nantinya.

Segera Lunasi Cicilan

Sebaiknya, Anda mempersiapkan dana untuk melunasi jauh-jauh hari. Dengan demikian, ketika memasuki waktu jatuh tempo pelunasan cicilan, Anda tidak kebingungan lagi.

Sisihkan pendapatan khusus untuk melunasi tagihan. Jangan menunda pembayaran, karena hal itu hanya akan menyulitkan Anda.

Perhatikan Tingkat Suku Bunga

Saat mengajukan pinjaman dana, penting untuk memperhatikan dan mengecek besaran bunganya. Bunga pinjaman merupakan hal krusial yang sangat berpengaruh pada jumlah pelunasan.
Lakukan perbandingan bunga dari satu platform dengan platform lainnya. Pilih perusahaan fintech pendanaan dengan tingkat kredibilitas bunga yang baik.

Ketahui Denda Keterlambatan Pelunasan

Tak kalah penting selain bunga pinjaman, denda keterlambatan juga berpengaruh pada jumlah pinjaman. Terutama jika Anda telat membayar, maka denda tersebut akan terus membesar dan menyulitkan pelunasan di kemudian hari.

Umumnya, denda pinjaman akan dihitung per hari. Tak heran, jika jumlahnya cepat membesar.

Nah, itu tadi beberapa tip yang dapat Anda lakukan untuk menghindari denda pinjaman dana. Bagaimana? Yuk, mulai untuk menerapkan cara jitu ini untuk menyelesaikan tanggungan pinjaman dana Anda.