Mau Menjadi Pemberi Pinjaman Dana Alias Lender di P2P Lending? Ini Dia Caranya

AFPI

Share:

Jika tak bisa mendapatkan pinjaman dana dari bank atau lembaga keuangan lainnya, kini siapa pun bisa mempertimbangkan opsi ke peer to peer lending (P2P), atau fintech pendanaan bersama. 

Cara kerja P2P Lending memang berbeda dari pembiayaan yang sudah ada. Kita tidak perlu repot meminjam dari lembaga keuangan tapi di P2P Lending, Anda akan meminjam dari individu atau kelompok yang bersedia meminjamkan uang ke peminjam yang memenuhi syarat.

Fintech pendanaan yang hadir sejak tahun 2005 adalah sistem pinjaman dana yang dilakukan secara online. Jadi, platform ini memang memudahkan Anda untuk meminjam uang secara personal maupun untuk bisnis. Ataupun berinvestasi menjadi pendana, alias pemberi pinjaman dana. Setiap website fintech pendanaan bersama menetapkan harga dan persyaratan berbeda dalam tiap transaksinya.

Cara kerja fintech pendanaan bersama ternyata tidak seribet bank konvensional atau lembaga keuangan lainnya.

  • Anda melengkapi dan submit berkas aplikasi. Di langkah ini biasanya sudah termasuk pemeriksaan kredit.
  • Platform P2P Lending akan memberi nilai atau kategori risiko. Skor kredit Anda akan memengaruhi tingkat suku bunga yang akan diberikan.
  • Pendana P2P Lending akan mereview permintaan pinjaman dana. 
  • Borrower menerima pinjaman dana.
  • Borrower melakukan pembayaran atas pinjaman dana tiap bulan.

Di dunia P2P Lending atau fintech pendanaan bersama ini, dikenal dua istilah yang sering dipakai lender (pendana) dan borrower (peminjam). 

Sekarang ini, menjadi lender P2P Lending adalah hal yang paling banyak disukai oleh kaum milenial. Karena di sini, Anda akan menjadi pendana P2P Lending dalam artian Anda akan berinvestasi atas dana untuk dipinjamkan ke pihak borrower.

Apa syarat untuk menjadi pemberi pinjaman dana alias lender fintech pendanaan bersama?

Menjadi lender P2P Lending ternyata tak perlu menginvestasikan uang yang banyak. Anda bisa berinvestasi mulai dari Rp. 100.000,- per pinjaman, dengan kisaran bunga hingga 17% per tahun, adapun alternatif investasi bervariasi mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan. Jadi tidak heran mengapa di tahun 2020, tingkat lender fintech pendanaan bersama naik pesat hingga 32,14%.

Apabila Anda tertarik menjadi pendana di fintech jenis ini, caranya sangatlah mudah. Tidak ada hal khusus ataupun proses ribet yang harus Anda penuhi.

Secara umum, syarat untuk menjadi pemberi pinjaman dana adalah sebagai berikut:

  • Warga negara Indonesia
  • Minimal umur 21 tahun
  • Punya penghasilan tetap (sudah memiliki pekerjaan tetap)
  • Sumber penghasilan yang jelas

Sedangkan prosedur lanjutannya, Anda harus mengunjungi website P2P Lending yang dipilih. Lalu, akan ada formulir, dan lengkapi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Beberapa hal ini perlu diperhatikan saat memutuskan menjadi lender P2P Lending

Pilih fintech legal yang sudah memiliki izin OJK

Perlu diingat, sekarang ini fintech lending lagi ramai. Banyak fintech ilegal yang menyerupai legal karena memiliki aplikasi yang bisa diunduh di App Store dan Playstore juga logo yang mirip.
Oleh karena itu, disarankan agar Anda memilih dulu fintech legal yang terdaftar agar menghindari kasus penipuan. Untuk mengetahui fintech legal, Anda bisa mengakses laman website Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ataupun mengecek di website AFPI.

Perhatikan fintech yang memberikan layanan proteksi dana

Risiko dari fintech lending adalah kredit macet hingga berujung dana pinjaman tidak kembali. Untuk itulah, Anda jangan sembarang pilih, karena apabila pinjaman dana tidak bisa dikembalikan oleh peminjam akan menjadi kerugian bagi Anda.

Jadi, baiknya sebelum memilih fintech legal mana yang ingin Anda tanamkan dana, pastikan untuk membaca segala layanan, syarat, fasilitas juga berita terkait fintech P2P Lending tersebut.

Berhati-hati saat memilih borrower

Berhati-hatilah saat memilih calon borrower (peminjam dana).

Yang perlu diingat selalu adalah uang Anda ini akan dipinjamkan. Pastikan minim risiko gagal bayar karena Anda mencari untung. Sebelum memilih calon peminjam, Anda harus membaca dengan detail profil calon, cari tahu untuk apa pinjaman dana tersebut digunakan, jangka waktu pinjaman, skor kredit dan analisis kredit sederhana. Jangan sungkan untuk bertanya ke pengelola website fintech P2P Lending.

Bisa dimulai dengan modal minim

Jika Anda baru memulai, tak ada salahnya Anda memulai dengan mempelajari langsung prosesnya dari awal. Jadi, nantinya Anda akan memiliki penilaian sendiri apakah menjadi pendana P2P Lending ini cocok atau tidak untuk Anda.

Hindari melihat imbalan bunga tinggi maupun proses yang mudah dan membuat Anda jadi kalap, hingga berakibat menginvestasikan uang dalam jumlah besar tapi nihil pengetahuan dan informasi.

Cara terbaik adalah mulailah dengan menginvestasikan dana dalam nominal rendah yang ditawarkan oleh website fintech lending tersebut. Tak perlu terburu-buru namun lakukan secara teliti. Nantinya, Anda akan mengetahui cara kerja dan risiko baru Anda bisa melangkah ke nominal yang lebih tinggi.

Keuntungan menjadi lender P2P Lending

Dapat dimulai dengan modal yang kecil

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, dengan modal seratus ribu rupiah, Anda sudah bisa menjadi lender di fintech pendanaan bersama. Tak perlu menunggu berpenghasilan tinggi apabila ingin menjadi pendana kan?

Segala bentuk proses secara online

Untuk menjadi pendana di fintech pendanaan bersama, Anda hanya perlu bermodalkan ponsel dan koneksi internet, karena segala bentuk prosedur lewat online. Mulai dari pengisian data pribadi, upload berkas dan dokumen lainnya dilakukan via aplikasi atau website.

Imbal hasil 

Pinjaman dana umumnya akan diberikan bunga dalam yang lumayan tinggi, mulai dari 6-7%. Nantinya, setiap bulan bunga pinjaman akan dikirimkan ke virtual account Anda hingga selesai waktu peminjaman dana.

Bisa diawasi secara online dan aman

Beberapa fintech pendanaan menyediakan layanan pada pemberi pinjaman dana untuk mengawasi sendiri aliran dana yang dipinjamkan juga bisa memilih sendiri siapa yang akan menjadi calon peminjam. Adanya fasilitas ini, sebagai lender, Anda pun jadi bisa mengukur keuntungan juga risiko dari peminjaman dana tersebut.

Kesimpulan

Demikianlan syarat, hal-hal dan juga keuntungan yang perlu Anda ketahui tentang menjadi lender fintech pendanaan bersama. Kemudahan yang ditawarkan oleh platform ini membuat masyarakat tertarik untuk menjadi pendana P2P lending dengan modal minim. Peningkatan lender di tahun 2020, akan terus berlangsung hingga tahun-tahun berikutnya.