Buyer Financing: Pembiayaan Modal Usaha Produktif untuk UKM

AFPI

Share:

Zaman sekarang, semakin banyak orang terpanggil untuk membangun bisnisnya sendiri. Skala kecil pun tak masalah. Toh, penggerak utama ekonomi negara kita juga merupakan UMKM kok. Untuk membangun bisnis dan kemudian mengembangkannya sudah pasti bukan hal yang mudah. Salah satu hal terpenting dalam proses pengembangan bisnis adalah modal usaha.

Modal usaha tak hanya berperan penting saat kita mulai membangun bisnis kita. Saat sudah berdiri, modal usaha tetap harus dipupuk agar tak sampai habis. Bahkan kalau bisa sih berkembang, sehingga bisnis pun juga semakin besar.

Nyatanya, memang setiap hal dalam bisnis itu saling memengaruhi. Terutama modal usaha.

Modal Usaha Sering Menjadi Masalah Besar

Pada kenyataannya, modal usaha memang sering menjadi penyebab bisnis tersendat. Apalagi jika modal usaha ini dibutuhkan untuk membeli berbagai bahan baku untuk produksi.
Menipisnya modal usaha bisa jadi disebabkan oleh berbagai hal. Tak hanya soal pengelolaan yang tak baik, tapi kondisi bisnis kecil sendiri memang sangatlah kompleks. Hal ini sudah tentu harus dicari solusinya. Jangan sampai bisnis dan produksi terhenti, hanya karena tidak dapat membeli bahan baku akibat modal menipis.

Pembiayaan Modal Usaha UKM dengan Buyer Financing

Platform P2P Lending, sebagai salah satu jenis fintech yang sangat berkembang belakangan, menawarkan solusi untuk masalah modal usaha ini yang sering dialami oleh UKM.

Tak mungkinlah kita membiarkan UKM mengalami kesulitan produksi hanya karena menipisnya modal usaha. Karenanya, solusi dengan buyer financing ini bisa jadi opsi pembiayaan modal usaha, di antara pilihan pembiayaan lainnya.

Apa Itu Buyer Financing?

Buyer financing merupakan salah satu bentuk pinjaman modal usaha bagi UKM agar bisa membeli bahan baku secara  grosir di perusahaan ritel besar, yang sudah bekerja sama dengan platform P2P Lending atau fintech pendanaan terkait.

Sistem buyer financing memungkinkan para pengusaha UKM memenuhi kebutuhan stok bahan baku atau barang penunjang produksi atau bisnis dengan lebih cepat. Dengan begini, bisnis UKM tetap berjalan dengan baik.

Cara Kerja Buyer Financing

Alur pengajuan pinjaman buyer financing bisa jadi berbeda antara P2P Lending yang satu dengan yang lainnya. Namun, secara garis besar, prosesnya adalah sebagai berikut:

  • Pihak peminjam dana direferensikan oleh perusahaan ritel besar kepada platform P2P Lending yang sudah ada kerja sama untuk pembiayaan pembelian bahan secara grosir. Biasanya berupa kode unik, yang dimasukkan ke dalam platform P2P Lending yang bersangkutan ketika hendak mengajukan proses peminjaman modal usaha.
  • Pihak platform fintech pendanaan atau P2P Lending akan meminta data UKM untuk melengkapi persyaratan verifikasinya. Di antaranya harus melampirkan dokumen purchase order dan/atau invoice sebagai bukti pembelian barang.
  • Pihak perusahaan ritel besar akan memberikan verifikasi dan validasi yang diperlukan, agar pihak platform fintech pendanaan dapat melakukan analisis dan menyetujui pengajuan pinjaman dana yang diminta.
  • Jika sudah disetujui pengajuannya, pihak platfom fintech pendanaan menawarkan pinjaman ke marketplace untuk mendapatkan dana pinjaman dari lender.
  • Setelah didanai penuh, pihak platform fintech pendanaan menyalurkan dananya kepada perusahaan ritel sesuai kesepakatan. Pihak UKM—yang kini sudah menjadi borrower—bisa berbelanja barang-barang yang dibutuhkan untuk proses produksi dan bisnis dari perusahaan ritel yang bersangkutan.
  • Borrower kemudian berkewajiban untuk mengembalikan dana pinjaman sesuai kesepakatan.

Cukup simpel kan, prosesnya? Pastikan saja Anda melengkapi semua persyaratan dokumennya ya, agar proses analisis, verifikasi, dan validasi berjalan dengan lancar.

Perlu Anda ketahui, bahwa validasi dan verifikasi dari si perusahaan ritel merupakan syarat mutlak. Tanpa adanya validasi dan verifikasi ini, besar kemungkinan pengajuan pinjaman Anda ditolak. Karenanya, pastikan Anda dan perusahaan ritel memang sudah menjalin hubungan bisnis yang baik. Anda sendiri juga harus mempertahankan skor kredit Anda dengan baik.

Jika sudah mendapatkan pinjaman modal usaha, kelolalah dengan baik semaksimal mungkin hingga terhindar dari risiko gagal bayar.

Bagaimana, Anda tertarik untuk memanfaatkan fasilitas buyer financing dari platform P2P Lending ini? Perlu diketahui juga, bahwa belum semua platform fintech lending sudah menyediakan layanan buyer financing ini. Karenanya, Anda perlu mencari informasi, platform mana saja yang punya produk pinjaman modal usaha ini, sekaligus perusahaan ritel mana yang sudah bekerja sama dengan platform yang bersangkutan.

Tentu saja, Anda harus memastikan, bahwa fintech pendanaan terkait merupakan platform legal dengan izin resmi beroperasi dari OJK dan sudah menjadi anggota AFPI.

Nah, selamat berburu modal usaha ya. Semoga bisnis Anda bisa semakin besar dan sukses.