Beda Pengajuan Pinjaman Dana ke Bank dan ke Fintech Pendanaan

Ingin melakukan pinjaman tapi masih bingung pilih jasa pinjaman apa? Ya, di zaman yang semakin maju ini pinjaman dana tidak hanya bisa didapatkan lewat bank. Kehadiran fintech pendanaan, alias peer to peer lending (P2P), menjadi opsi tambahan bagi peminjam.

Popularitas fintech pendanaan memang saat ini juga sedang naik daun. Namun, hal ini tidak membuat peminjaman lewat bank tersingkirkan. Baik kredit melalui pinjaman online atau bank punya kelebihan dan kekurangannya tersendiri, yang justru membuatnya bisa bersinergi memberikan layanan keuangan yang terbaik untuk masyarakat.

Fintech merupakan gabungan dari kata “financial” dan “technology”. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan teknologi baru yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan dan penyampaian layanan dan produk keuangan. Fintech lending menjadi tren finansial dengan sistem baru ini menarik karena kemudahan dan kecepatan proses pengajuannya.

Sistem keuangan yang digunakan bank saat ini terdiri dari beberapa prosedur yang sangat tradisional. Lebih sering memakan waktu, sedangkan konsumen menginginkan sesuatu lebih cepat dan lebih mudah, khas orang zaman now. Masyarakat mencari solusi keuangan yang dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Untuk mengurangi kebingungan Anda dalam memilih pinjaman dana melalui fintech atau bank, berikut ini beberapa perbedaan keduanya.

Bedanya Pinjaman Dana ke Bank dan ke Fintech Pendanaan

Sumber Dana Pinjaman

Pinjaman melalui bank ataupun fintech pendanaan mungkin terlihat sama bagi para peminjam. Jika pengajuan berhasil, debitur akhirnya akan mendapatkan dana pinjaman. Namun, bagi kreditur, baik itu bank maupun fintech memiliki sumber dana pinjaman yang berbeda asalnya.

Fintech kebanyakan mengandalkan investor yang bersedia memberikan sejumlah modal untuk dipinjamkan ke masyarakat luas. Sementara itu, bank mendapat sumber dana dari tabungan, deposito, modal pemilik, atau pemberi pinjaman yang terikat dengan bank tersebut.

Umumnya, dana plafon yang dikeluarkan bank lebih besar jika dibandingkan dana investor kepada fintech pendanaan.

Syarat dan Proses Pengajuan Pinjaman Dana

Dokumen yang menjadi syarat dan ketentuan bank konvensional biasanya lebih rumit dan banyak. Namun, debitur harus melengkapi dokumen tersebut agar pengajuan dapat diterima.

Bank biasanya meminta dokumen berupa KTP, slip gaji, kartu kredit, dan rekening tabungan. Atau jika Anda memiliki bisnis, laporan keuangan bisnis Anda bisa jadi akan diminta.

Selain persyaratan yang rumit, proses verifikasinya pun memakan waktu yang cukup lama. Setelah debitur mengumpulkan berkas, pihak bank akan memeriksa dokumen, biasanya akan dilakukan survei ke rumah atau kantor Anda. Proses tersebut memakan waktu hingga dua minggu hingga disetujui.

Berbeda dengan fintech lending, penggunaan teknologi membuatnya semakin mudah dan cepat untuk dilakukan. Dokumen persyaratan lebih sederhana dari yang diperlukan bank konvensional. Prosesnya cepat karena dibantu oleh kecanggihan sistem.

Bunga dan Tenor

Bunga yang ditetapkan bank biasanya lebih rendah. Bahkan beberapa bank menggunakan bunga kurang dari 2% per bulan. Berbeda dengan fintech pendanaan yang bunganya maksimal 0.8% per hari

Tentu saja, ini untuk fintech pendanaan legal, yang telah terdaftar dan berizin OJK. Pastinya, ada saja pinjol ilegal yang tidak peduli dengan aturan tersebut. Pastikan Anda cerdas dalam memilih pemberi pinjaman dana, jangan terpengaruh oleh tawaran menarik pinjol ilegal.

Durasi Waktu Pencairan

Tak hanya pada proses pengajuan pinjaman, proses pencairan dana di bank pun memakan waktu panjang. Terlebih, pengajuan Anda juga memungkinkan akan ditolak jika memang syaratnya tak dipenuhi.

Pinjaman online menawarkan proses pencairan yang instan. Walaupun tidak menutup kemungkinan pengajuan ditolak, tapi syaratnya tetap relatif lebih ringan dibandingkan jika Anda mengajukan pinjaman dana ke bank. Proses pencairan di fintech pendanaan biasanya hanya memakan waktu beberapa menit atau jam saja.

Risiko dan Jaminan

Perbedaan lain yang akan dirasakan debitur yaitu jaminan dan risiko. Meminjam uang ke bank mungkin memerlukan jaminan seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan, atau barang dengan nilai sebanding dengan pinjaman. Sebaliknya, fintech pendanaan tidak mensyaratkan jaminan apa pun pada debitur.

Untuk risiko, penting untuk meminimalkan segala risiko yang bisa saja terjadi. Karena itu, sebelum meminjam dana, pastikan Anda meminjam dari pihak yang terdaftar di lembaga keuangan terpercaya. Luangkan waktu untuk memeriksa latar belakang, review nasabah lain, dan mengecek kembali aturan yang berlaku di jasa pinjaman yang akan Anda gunakan.

Nah, setelah tahu beda pengajuan pinjaman dana melalui bank dan fintech pendanaan, lalu mana yang lebih baik untuk jasa pinjaman dana? Bank konvensional atau fintech pendanaan?

Sebetulnya, hal ini kembali pada preferensi dan kebijakan Anda dalam memutuskan mana yang terbaik serta sesuai dengan kebutuhan. Setiap instansi memiliki kekurangan dan kelebihan. Kesesuaiannya dengan kebutuhan akan menjadikan pinjaman dana yang Anda lakukan akan bermanfaat.

Demikian ulasan mengenai perbedaan pinjaman dana ke bank dan ke fintech pendanaan. Semoga bisa memberikan pencerahan.