Menjadi Peminjam Dana di Fintech P2P Lending, Hal-hal Ini Perlu untuk Diketahui

Mengelola keuangan demi masa depan adalah hal yang mutlak untuk dilakukan. Tapi, kadang kala ada saat di mana Anda membutuhkan uang untuk kebutuhan yang jumlahnya cukup banyak. Mau menggunakan uang tabungan sendiri, setelah diperhitungkan jadi khawatir mengganggu keseimbangan rencana keuangan yang sudah fixed sebelumnya. Akhirnya, pilihannya antara menjadi peminjam dana yang meminjam ke teman maupun keluarga, atau ke lembaga keuangan.

Faktanya, para peminjam dana lebih menyukai lembaga keuangan yang bisa mencairkan dana dengan cepat tanpa proses yang ribet. Dan sekarang ini peminjam dana sangat terbantu dengan kehadiran fintech pendaan bersama, atau dikenal dengan P2P Lending. Melalui platform ini, dana bisa cair dengan segera, tidak ribet, dan tentunya melalui proses seleksi juga.

Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2020, tercatat akumulasi penyaluran pinjaman sebesar Rp 155,90 triliun (naik 91,30% yoy). Sedangkan rekening borrower P2P Lending tercatat ada 43.561.362 entitas.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa selama satu tahun, peminjam dana di fintech pendanaan bersama naik pesat. Tak bisa dimungkiri, kondisi akibat pandemi COVID-19 benar-benar membuat perekonomian porak-poranda. Kondisi serba tidak pasti, keadaan terdesak, mengakibatkan banyak orang memilih pinjaman dana ke fintech P2P Lending.

Sebelum memutuskan menjadi peminjam dana atau borrower P2P lending, baiknya Anda mengetahui beberapa hal ini.

Apa itu peminjam dana alias borrower P2P lending?

Borrower atau peminjam dana adalah orang atau organisasi yang melakukan proses pinjaman dana ke perusahaan financial technology. 

Istilah borrower ini muncul seiring dengan berkembangnya industri fintech. Sebelumnya peminjam dana sering disebut debitur. Jadi, debitur dan borrower bisa dibilang memiliki makna yang sama.

Jika Anda membutuhkan pinjaman dana, yang perlu dilakukan adalah pengumpulan dokumen dan mengunggah semua dokumen ke website fintech P2P lending yang dipilih, sebagai pemenuhan syarat yang diminta. 

Syarat apa saja untuk menjadi peminjam dana di fintech pendanaan bersama?

Kehadiran fintech itu untuk memudahkan masyarakat. Begitu juga dengan P2P lending. Syarat untuk menjadi peminjam dana di platform tersebut pun tidak terlalu sulit. Rata-rata semua website P2P lending hampir mirip semua persyaratannya.

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Batas usia, minimal 21 tahun dan maksimal 60 tahun.
  3. Batas pinjaman, untuk ini setiap fintech memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Pada umumnya tergantung penghasilan tetap per bulan borrower P2P lending.
  4. Limit pinjaman, pada umumnya fintech pendanaan bersama berbentuk pinjaman jangka pendek. Kisarannya 15 hari hingga maksimal 12 bulan. Jumlah pinjaman dana pun bervariasi, mulai dari 3 juta.
  5. Slip gaji atau bukti penghasilan

Untuk selanjutnya, Anda bisa mengakses aplikasi fintech pendanaan bersama untuk melihat persyaratan pengajuan pinjaman dana.

Beberapa langkah yang akan Anda lakukan saat mengajukan pinjaman dana ke fintech P2P Lending.

  • Peminjam dana mengajukan permohonan pengajuan pinjaman di website atau aplikasi dengan mengisi aplikasi yang tersedia.
  • Setelah mengisi, pihak fintech P2P lending akan melakukan analisa uji kelayakan.
  • Saat hasil keluar, pihak fintech akan menghubungi calon peminjam dana apakah disetujui atau tidak.
  • Jika disetujui, peminjam dana harus melengkapi aplikasi pengajuan lagi seperti detil nomor rekening untuk pencairan.

Apabila pengajuan pinjaman dana ditolak, maka Anda perlu melakukan perbaikan dari alasan penolakan permohonan tersebut.

Hal yang perlu dilakukan agar pinjaman dana disetujui oleh fintech pendanaan bersama (P2P lending)

1. Pilih fintech P2P lending yang sudah terdaftar di OJK

Ini sudah menjadi hal baku bagi Anda yang ingin menjadi peminjam dana. Pilihlah fintech P2P lending yang sudah terdaftar di OJK. Untuk mengecek kelegalan suatu fintech lending, Anda bisa mengunjungi langsung website OJK atau cek di laman AFPI.

Memilih fintech P2P lending yang terdaftar akan menghindarkan Anda dari peluang menjadi korban penipuan atau salah memilih pinjaman. Karena sekarang ini banyak fintech ilegal yang bunganya mencekik dan penagihan yang tidak sesuai aturan OJK dan Bank Indonesia.

2. Memiliki alamat jelas, dan layanan konsumen

Inilah yang membedakan fintech legal dan ilegal. Di fintech legal, mereka memiliki alamat yang jelas, nomor telepon yang bisa dihubungi apabila peminjam dana mengalami masalah.

Jadi, pastikan sebelum mengajukan pinjaman dana, Anda mencari tahu terlebih dahulu fintech P2P lending tersebut.

3. Lengkapi berkas-berkas yang diminta

Melengkapi dokumen persyaratan adalah hal wajib yang perlu dilakukan borrower P2P lending. Ini akan memudahkan proses Anda dan kemungkinan untuk disetujui besar.

Catat apa saja yang perlu disiapkan (KTP, KK, slip gaji, foto diri), pastikan semua foto dokumen tidak blur dan sizenya tidak besar agar saat mengunggah tidak makan waktu yang lama.

4. Pinjam dana sesuai kemampuan

Memutuskan untuk melakukan pinjaman berarti Anda telah memperhitungkan biaya-biaya yang harus dipenuhi tiap bulan. Jangan meminjam dana dengan cicilan yang melebihi batas kemampuan. Ingat, Anda juga mesti membagi penghasilan Anda ke beberapa pos kebutuhan hidup lain yang tak kalah pentingnya, bukan?

Jika Anda hendak menggunakan pinjaman dana dari fintech pendanaan bersama ini untuk modal usaha, maka pastikan keuangan bisnis dan pribadi Anda tercatat secara terpisah. Hal ini juga penting, sebagai mitigasi risiko yang bisa terjadi.

Pinjaman dana sesuai kemampuan akan membuat Anda tertib membayar dan menghindarkan terjadinya gagal bayar.

5. Pelajari lebih detail kontrak pinjaman

Ini yang seringkali lupa dilakukan oleh peminjam dana, yaitu membaca teliti kontrak perjanjian.

Kontrak pinjaman adalah dasar hukum pinjam meminjam. Segala bentuk hak dan kewajiban pihak-pihak terkait sudah diatur di dalam kontrak ini. Apabila ada yang tidak dimengerti, sebaiknya Anda mengajukan pertanyaan ke pihak fintech pendanaan bersama.

Kesimpulan

Kemudahan yang ditawarkan oleh fintech pendanaan bersama atau P2P lending membuat tingkat borrower meningkat dari waktu ke waktu. Jangan hanya karena mudah, Anda tidak mengontrol keuangan. Disiplinkan diri untuk menggunakan fintech P2P lending ke hal-hal yang memang penting, dan dengan catatan Anda memiliki dana untuk membayar pinjaman tiap bulan.