Merencanakan Dana Pendidikan dengan Fintech Pendanaan? Bisa dong!

Tahun ajaran baru 2021 sebentar lagi akan dimulai. Apakah Anda sudah menyiapkan dana pendidikan untuk sekolah putra-putri Anda?

Mempersiapkan dana pendidikan merupakan perjalanan yang panjang. Semua dimulai saat si kecil masih dalam kandungan, saat Anda mesti menyiapkan dana melahirkan sekaligus memulai merencanakan dana pendidikan. Lanjut lagi, saat anak masuk usia sekolah, Anda harus menyiapkan uang pangkal, SPP, uang kegiatan, uang buku, seragam juga alat tulis menulis sesuai jenjang pendidikan yang akan dijalani oleh anak.

Faktanya, dana pendidikan setiap tahunnya naik mengikuti inflasi, sekitar 10-15% bahkan ada juga yang sampai 20%. Memilih sekolah negeri memang pilihan terbaik karena biayanya tidak terlalu besar dibandingkan sekolah swasta. Namun, persaingan untuk masuk ke dalamnya cukup sulit. Terlebih, ada pula orang tua yang lebih suka memercayakan pendidikan anaknya di sekolah swasta, dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Sekolah swasta dikenal dengan sarana dan fasilitas sekolah yang lengkap sekaligus uang pangkal yang tidaklah murah. Harganya sangat bervariasi, tergantung pada fasilitas yang ditawarkan, pun lokasi sekolah itu sendiri. Ditambah pula dana ini juga akan berubah tiap tahunnya.

Tiga tahun lalu, riset salah satu media online sempat mengungkapkan proyeksi tentang dana pendidikan di Jakarta dengan perhitungan keluarga kelas menengah dengan pendapatan di atas lima juta rupiah sebulan.

Dalam riset tersebut disebutkan, apabila Anda memiliki anak di tahun 2018, total biaya yang harus dikeluarkan hingga si kecil mandiri di usia 21 tahun sekitar Rp3,17 miliar. Angka tersebut meliputi makanan, dana pendidikan sesuai jenjang pendidikan utama, transportasi, biaya kesehatan, sampai kebutuhan tempat tinggal.

Angka yang fantastis, bukan? Tapi itulah realita yang harus dihadapi. 

Setidaknya dengan adanya estimasi angka tersebut, Anda lantas bisa menyiapkan dana pendidikan sejak dini. Agar kelak anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Untuk memudahkan Anda menyiapkan dana pendidikan, beberapa tip di bawah ini bisa Anda lakukan sebagai langkah awal memulainya.

5 Tip menyiapkan dana pendidikan

Diskusi dengan pasangan

Langkah pertama ini bahkan perlu Anda lakukan setelah menikah, mau punya anak berapa dan kapan? Lalu, diskusikan dan tentukan bersama pasangan, value apa yang ingin diberikan pada anak sebagai bekal pendidikannya? Value ini penting, karena hingga anak besar nanti, value inilah yang akan dipegang oleh Anda bersama pasangan dalam merencanakan pendidikannya. 

Misalnya, ingin anak dididik lebih fokus pada agama. Maka, bisa jadi, Anda ke depannya akan harus lebih banyak survei dan menggali informasi seputar sekolah-sekolah berbasis agama. Dari sini, Anda akan bisa merencanakan dana pendidikan ini dengan lebih terarah.

Masukkan dana pendidikan sebagai tujuan keuangan keluarga Anda untuk jangka panjang, dan berkomitmenlah bersama pasangan untuk bisa sama-sama disiplin dalam mengelola keuangan.

Menentukan sekolah

Baik sekolah swasta dan sekolah negeri sebenarnay sama-sama membutuhkan biaya. Bedanya, sekolah negeri tidak memiliki uang pangkal, dan uang SPP tidak semahal sekolah swasta. Namun, biaya seperti uang kegiatan, uang buku, seragam dan alat tulis menulis tetap ada.

Di poin pertama, jika Anda dan pasangan sudah menentukan sistem pendidikan, sekolah SDIT misalnya, Anda bisa mencari tahu informasi terkait sekolah SDIT terbaik di kota Anda, sarana yang dimiliki, fasilitas, jarak dari sekolah dan rumah Anda.

Semakin tinggi jenjang sekolah anak, Anda pun mungkin harus menentukan juga biaya hidup dan tempat tinggal tambahan. Ketika ia harus kos, misalnya.

Biaya

Jika Anda sudah memiliki beberapa opsi sekolah, selanjutnya lakukan riset mengenai dana pendidikan di sekolah tersebut. Anda bisa mendapatkan informasinya melalui  website resmi atau datang langsung ke sekolah. Biasanya setiap sekolah memiliki tim penerimaan murid baru. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda mendapatkan rincian biaya.

Jika Anda punya kenalan yang sudah menyekolahkan anaknya di sekolah yang sama, ini akan lebih bagus. Karena selain Anda bisa menggali informasi mengenai biaya, Anda juga bisa menanyakan pengalaman bersekolah di tempat tersebut. Hal ini biasanya sangat memengaruhi keputusan Anda dan anak nantinya lo.

Yang harus Anda ketahui adalah biaya uang pangkal, SPP, uang kegiatan, ekstrakurikuler, seragam, buku. Jangan lupa juga untuk menanyakan kenaikan biaya tiap tahunnya. Setelah mendapatkan informasi, bandingkan biaya antara sekolah A dan B plus fasilitas yang dimiliki tiap sekolah.

Nantinya, Anda akan mudah mengambil keputusan sekolah mana yang terbaik bagi anak dan sesuai dengan dana yang dimiliki.

Cukup sampai di sini? Tidak.

Lakukan perkiraan tiap jenjang pendidikan anak mulai dari TK, SD, SMP, SMU dan kuliah. Dan jarak usia anak-anak Anda.

Cek keuangan yang dimiliki

Menyiapkan dana pendidikan membutuhkan perencanaan salah satunya dengan cara mengecek keuangan yang dimiliki. Ini termasuk gaji tiap bulan, berapa banyak alokasi dana untuk dana pendidikan. 

Perlu Anda perhatikan lima pos penting pengeluaran bulanan seperti pengeluaran rutin, cicilan, dana sosial (zakat, sedekah), dana pribadi dan tabungan. Apabila Anda khawatir tidak bisa menyisihkan secara maksimal, maka kurangi anggaran lainnya misalnya dana untuk liburan.

Lakukan pengembangan dana

Ini memang cara terbaik untuk mengumpulkan dana pendidikan, pengembangan dana.

Ada banyak instrumen pengembangan dana yang bisa Anda pilih disesuaikan dengan profil risiko dan jangka waktu. Meletakkan uang di pengembangan dana bisa menyelamatkan kondisi finansial Anda di masa depan.

Sekarang ini mengembangkan dana tak sulit, Anda bisa menggunakan fintech lending untuk mengumpulkan dana pendidikan. Modalnya pun bisa dimulai dari seratus ribu rupiah.

Dana pendidikan dengan fintech pendanaan

Fintech pendanaan bisa menjadi instrumen pengembangan yang tepat bagi Anda dalam mengumpulkan dana pendidikan. Anda bisa menjadi lender atau pendana maupun borrower atau peminjam dana.

Sebagai lender atau pendana

Fintech lending merupakan instrumen pengembangan dana berbasis digital yang memiliki imbal hasil cukup tinggi sekitar 14-20% per tahun. Modal awalnya pun terbilang sangat terjangkau, mulai dari seratus ribu.

Keuntungan yang legit dari fintech pendanaan ini tentunya celah bagi Anda untuk mengumpulkan dana pendidikan sebanyak mungkin.

Langkah-langkah untuk menjadi pendana:

  • Tentukan jangka waktu
  • Tentukan alokasi besaran dana
  • Pilih fintech lending yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Penuhi persyaratan yang diminta

Terkait risiko fintech sudah pernah dibahas di artikel sebelumnya, silahkan klik link yang sudah ditautkan, ya.

Sebagai borrower atau peminjam dana

Jika Anda berada di kondisi, anak sudah harus sekolah sedangkan dana pendidikan belum terkumpul, maka Anda bisa menggunakan fintech lending untuk meminjam dana.

Fasilitas pinjaman dana untuk mahasiswa atau student loan di luar negeri sudah biasa. Di Indonesia sendiri, Presiden Joko Widodo mencanangkan ide kredit pendidikan di bulan Maret 2018. Apakah hanya sekedar ide? Tidak. Ini ternyata sudah ditindaklanjuti oleh beberapa bank nasional.

Walaupun ini masih pro kontra, tapi ada baiknya dilihat dulu seperti apa pinjaman pendidikan ini. Jika memang sesuai dengan kebutuhan, dan juga mampu, mengapa tak dimanfaatkan, iya kan?

Sekarang ini sudah ada beberapa perusahaan fintech pendanaan di dunia yang fokus untuk menyediakan dana pendidikan. Tak hanya untuk kuliah saja, tapi juga dari level TK.

Bagaimana di Indonesia sendiri?

Peluang perusahaan fintech pendanaan bersama di sektor pendidikan akan mengalami perkembangan pesat di tahun-tahun berikutnya. Ini tak lepas dari rendahnya tingkat risiko pinjaman juga tenor yang lumayan panjang.

Nah, di Indonesia platform fintech lending pendidikan dibagi atas dua kategori.

Yang membiayai dana pendidikan meliputi uang pangkal dan SPP

Besaran pendanaan antara Rp3 juta hingga Rp300 juta. Tenornya enam bulan atau lebih, disesuaikan dengan kemampuan pembayaran peminjam. Untuk bunga, maksimal 1,5% per bulan. Namun platform tertentu ada yang menerapkan bunga 0%. Silakan survei dan dapatkan informasi sebanyak-banyaknya dulu sebelum memutuskan ya.

Yang membiayai kebutuhan 

Di sini dimaksudkan dana yang diberikan masih berhubungan dengan pendidikan tapi bukan pada kebutuhan utama (uang pangkal, SPP) tapi ke kebutuhan tambahan. Misalnya, membeli laptop, buku bahkan kos-kosan.

Dana yang dipinjamkan mulai dari Rp600 ribu hingga Rp6 juta. Untuk tenornya pendek, hitungan minggu saja. Syaratnya pun selama terverifikasi oleh sistem memang betul mahasiswa, analisa kebutuhan yang sesuai, maka akan diberi pinjaman.

Kesimpulan

Idealnya, Anda menyiapkan dana pendidikan sejak si kecil dalam kandungan. Sehingga, saat anak memasuki usia sekolah, Anda tidak repot mencari uang untuk dana pendidikan. Menyiapkan dana melalui instrumen pengembangan dana fintech lending adalah salah satu jalan yang bisa Anda lakukan untuk mengumpulkan dana pendidikan. 

Namun, jika Anda berada di kondisi uang yang dimiliki belum mencukupi, gunakan pinjaman dana pendidikan di fintech lending. Tapi, perlu diingat bijaklah dalam memanfaatkan pembiayaan yang Anda ambil.